
MALANG – * Di tengah derasnya perkembangan teknologi, TA Hidayatul Mubtadi-in mengambil langkah inovatif. Lembaga pendidikan Islam ini kini menghadirkan program pembelajaran Robotika untuk anak usia dini sebagai bekal penting dalam mencetak generasi yang kreatif, kritis, dan melek teknologi.Jika biasanya robotika identik dengan anak SMP atau SMA, di TA Hidayatul Mubtadi-in, anak-anak usia 5-6 tahun sudah dikenalkan dengan dunia sains dan teknologi melalui media yang menyenangkan dan edukatif.Pada kegiatan kali ini, anak-anak tampak antusias merakit robot kayu berbentuk kepiting dan mobil sederhana yang dilengkapi dengan dinamo dan baterai. Didampingi langsung oleh para guru, mereka belajar memahami konsep dasar mekanik, kelistrikan sederhana, hingga cara kerja robot bergerak.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi penonton teknologi, tapi menjadi pencipta. Melalui robotika, kami melatih logika, kreativitas, kesabaran, dan kerja sama sejak dini. Tentu tetap dalam bingkai pendidikan yang islami dan menyenangkan,” ujar salah satu guru pendamping.*Belajar Sambil Bermain, Bermain Sambil Berpikir *
Keunggulan pembelajaran robotika di TA Hidayatul Mubtadi-in adalah metode _learning by doing_. Anak tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung praktik:
1. Mengasah Kreativitas dan Imajinasi:* Dari kepingan kayu, anak belajar merakit menjadi bentuk yang fungsional.
2. Melatih Logika dan Problem Solving:* Ketika robot tidak berjalan, anak diajak mencari tahu penyebabnya.
3. Membangun Karakter Kolaboratif:* Kegiatan dilakukan berkelompok, duduk bersama di lantai, saling membantu dan berbagi.
4. Melek Teknologi Sejak Dini:* Mengenalkan konsep STEM (Science, Technology, Engineering, Math) dengan bahasa anak-anak.
Suasana kelas pun terlihat hidup. Anak-anak dengan seragam biru khas TA Hidayatul Mubtadi-in duduk melingkar, fokus memegang robot rakitan mereka sambil menyimak penjelasan guru. Rasa penasaran dan binar bahagia terpancar saat robot kepiting yang mereka rakit berhasil bergerak.Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan Islam dan teknologi dapat berjalan beriringan.
TA Hidayatul Mubtadi-in berkomitmen tidak hanya membentuk anak yang sholeh dan sholehah, tetapi juga siap bersaing di era digital dengan bekal kreativitas dan literasi teknologi yang kuat.*
